Selasa, 26 Juli 2011

anak ternimpa

di balik dinding rumah tua bersandar seorang anak mungil
menaruh harapan hidup sendiri ditengaah keramaian
sesekali ia bersedih, memanggil ibu dan ayahnya
mencoba teger di tengah kota yang kejam
sejak kecil ia tak tahu siapa orang tuanya
menangis di tengah heningnya malam
berharap pejalan kaki memperhatikanya

mimpi yang terusik

hidup mulai berwarna saat para pemimpin mulai tidur
saat gelap datang tangis dan jeritan mulai terdengar
mereka anak jalanan yang tak suka di usik kesedihanya
mulai menatap mimpi walau dalam gelapnya masa depan
mereka tak berharap untuk hidup lebih baik lagi
tapi kecukupan dan kebahagiaan itu lebih mulia,
mendengar mereka mulai bertanya
saat2 yang terindah mulai mereka rasakan
hal itu bagai mentari yang tak pernah padam
dalam hidup ini tak ada batas
batas waktu dan terjemahan
dalam hidup dan hayalan
menggapai mimpi untuk harapan
hari ini dan masa depan,